"Jika pengeboran menemukan cadangan migas besar, diyakini para investor pasti melirik potensi migas di kawasan tersebut. Kalau itu (cadangan) terbukti, orang pasti akan ke sana,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM A Edy Hermantoro yang dilansir situs resmi Ditjen Migas, Kamis (4/9).
Menurutnya, laut dalam di Bengkulu merupakan laut dalam kedua yang pernah di-drill setelah Selat Makassar.
"Biaya yang harus dikeluarkan untuk pengeboran cukup besar yaitu untuk kedalaman 950 meter mencapai USD1 juta. Jika pengeboran dilakukan lebih jauh lagi, maka biaya yang dikeluarkan lebih besar dan hal itu menjadi tanggungan KKKS," terangnya.
Adapun besaran cadangannya, lanjut Edy, belum dapat diketahui sebelum ada penemuan. Meski demikian, jika mau melakukan pengeboran secara analisa bisa dapat cadangan yang cukup menjanjikan.(*/ris)


