Untuk sektor migas, topik yang dibahas adalah fluktuasi harga migas, keterbukaan dan transparansi pasar migas, peningkatan kerja sama eksplorasi dan pengembangan sumber daya migas, pembangunan infrastruktur migas termasuk konetifitas regional APEC dan pemanfaatan LNG serta perkembangan pasar LNG di regional APEC. Demikian dilansir situs resmi Ditjen Migas, Kamis (4/9).
Hadir bersama Wamen, antara lain Dirjen EBTKE Rida Mulyana, Sekjen DEN Hadi Purnomo, Staf Ahli Menteri ESDM bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis I Gusti Nyoman Wiratmadja, dan Direktur Pembinaan Program Migas, Agus Cahyono Adi.
Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) merupakan forum regional yang terbentuk oleh perubahan kondisi politik dan ekonomi dunia pada akhir dekade 1980, yang menciptakan saling ketergantungan diantara negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Adapun forum ini dibentuk tahun 1989 di Canberra-Australia.(*/ris)


