indoPetroNews.com - Pemerintah Jepang, melalui program Joint Crediting Mechanism (JCM), akan menanamkan investasi di Indonesia dengan tujuan mengurangi emisi karbon. Sektor yang menjadi target mereka, ada 15 sektor. Di antaranya, efisiensi energi, energi baru terbarukan, dan industri manufaktur.
Ketua JCM Indonesia, Dicky Edwin Hindarto, mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang merancang beberapa kegiatan yang mendukung pengurangan emisi karbon. “Ini segera dimulai tahun ini, dan ada beberapa kegiatan yang sudah selesai. Kuncinya ini adalah efisiensi energi, energi baru terbarukan,” ujar Dicky di Jakarta, Selasa (8/4).
Umpamanya, kata dia, Jepang akan berinvestasi untuk teknologi yang ramah lingkungan, lebih bersih, baru, dan tentunya mengurangi emisi. Teknologi yang boros energi, lanjutnya, nantinya akan digantikan dengan teknologi yang hemat energi.
“Di situlah, kan nanti energinya berkurang, kalau energinya berkurang, berarti emisinya juga berkurang, kalau emisinya berkurang, berarti akan dapat memenuhi target penurunan emisi di Indonesia,” tukasnya.
Perusahaan dari Jepang yang sudah siap berinvestasi di Indonesia, yakni sekitar 30-an. Di antaranya, Mitsubishi, Yokogawa, dan Shimitsu. “Perusahaan-perusahaan besar dari Jepang akan banyak yang berinvestasi di Indonesia dalam pengurangan emisi karbon. Itu ada semua,” ujarnya.
Daerah yang akan menjadi tempat investasinya, akan mencakup seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
Perusahaan yang bergerak di sektor panas bumi, pun akan ikut serta. “Panas bumi ada beberapa, tapi belum final. Semuanya akan bekerja sama dengan Indonesia,” tuturnya.
Selain panas bumi, juga ada biomassa. Rencananya, untuk energi tersebut, Sumatera dan Kalimantan akan dijadikan opsi sebagai lokasi investasi energi biomassa. “Kalau biomassa, sekarang mau dicari di Sumatera dan Kalimantan,” lanjutnya.
Asisten Deputi Hubungan Ekonomi Multilateral Kemenko Perekonomian, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan, pemerintah Indonesia tidak memberikan insentif bagi perusahaan Jepang yang mau berinvestasi dalam pengurangan emisi karbon di Indonesia. Meski begitu, insentif tetap diberikan oleh pemerintah Jepang untuk perusahaan yang mau berinvestasi.
Jadi, kata dia, jika ada perusahaan yang ingin melakukan feasibility study untuk membuat demo project, pemerintah Jepang akan memberikan insentif. “Jadi ini khusus buat perusahaan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia, dan nantinya pemerintah Jepang sendirilah yang memberikan subsidi untuk perusahaan itu,” ungkapnya.
Saat ini, kata Rizal, sudah ada sekitar 57 feasibility study yang dilakukan hampir 50 perusahaan dari Jepang. Dalam melaksanakannya, mereka pun bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia, di sektor-sektor yang dapat mengurangi emisi karbon.Umar Mukhtar
Home »
Jepang Tanamkan Investasi di Indonesia
,
Kurangi Emisi Karbon
» Kurangi Emisi Karbon, Jepang Tanamkan Investasi di Indonesia


