Tumbur Parlindungan, Direktur Operasional Saka Energi Indonesia kepada wartawan di Jakarta menjelaskan, pengeboran sumur Upper Berai West Kerendan-1 dilakukan pada Maret 2014. "Gas di sumur Upper Berai ini ditemukan di zona middle miocence sandstone, oligocene upper berai, formasi karbon lower berai dan eocene Tanjung," paparnya.
Menurut Tumbur, sumur West Kerendan-1 ini diperkirakan memilikigas antara 133 billion cubic feet (bcf)- 683 bcf. Temuan ini, lanjutnya, bakal memberikan tambahan 180 bcf sumber daya gas yang sebelumnya telah ditemukan di Kerendan.
"Meski belum berproduksi, gas Kerendan-1 sudah punya calon pembeli. Pasalnya, pada pertengahan 2011 silam, Saka Energi dan Salamander Energy sudah meneken perjanjian jual-beli dengan PLN," ungkap Tumbur.
Rencananya, terang Tumbur, gas akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. "Total produksi awal diprediksi sebanyak 20 mmscfd," terangnya.
Seperti ramai diberitakan, pengeboran sumur West Kerendan-1 ini merupakan pengeboran kelima. Sebelumnya Saka Energi dan Salamander Energy sudah melakukan pengeboran di lima sumur, yaitu Kerendan I, Kerendan II, Kerendan III, dan Kerendan IV. Pengeboran eksplorasi sumur West Kerendan, Blok Bangkanai, Kalimantan Tengah dilakukan sejak pada awal Oktober 2013 lalu. Sumur ini dibor dengan menggunakan rig DrillCo-1 hingga kedalaman 13.950 kaki. Untuk proyek ini Saka Energi memiliki 30% participating interest (PI) Blok Bangkanai dan Salamander Energy 70% PI.(*/ris)


