indoPetroNews.com -Rencana pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk membangun pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, terus menuai kritikan dari beberapa kalangan.
Tidak terkecuali dengan masyarakat Cilamaya sendiri yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Pelabuhan Cilamaya (Gemas).
Tidak terkecuali dengan masyarakat Cilamaya sendiri yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Pelabuhan Cilamaya (Gemas).
"Pihak istana negara hingga saat ini belum membahas secara eksplisit rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya," kata Saefuddin.
Dirinya melanjutkan, Kementerian Perhubungan sepertinya tidak peka dengan reaksi masyarakat khusunya kalangan petani dan nelayan sepanjang laut Pantura Karawang yang kehilangan mata pencahariannya.
"Karena aduan kami kepada presiden tadi, maka besok akan ada tim khusus yang diterjunkan presiden, ke wilayah Cilamaya untuk melakukan cek dan ricek tentang informasi tersebut. Dan jika diketahui ada pihak yang "bermain", maka Jokowi berjanji akan menindak tegas," kata Saefuddin.
Diketahui pihak Pertamina (Persero) menolak rencana pembangunan pelabuhan yang menjadi saingan dari pelabuhan Tanjung Priok tersebut. Pasalnya, di wilayah yang direncanakan akan dibangun akan mengancam produksi sumur minyak dan gas (Migas) yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).Epan



