indoPetroNews.com – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) komitmen melakukan konversi pada energi primernya. Ke depan pembangkit listrik akan menggunakan gas.
"Pembangkit listrik tenaga gas relatif mudah beradaptasi terhadap perubahan beban. Selain itu, dengan gas lebih murah dibanding BBM,” ungkap Josua Simanungkalit, Senior Manager PT PLN (Persero) kepada wartawan di Jakarta, (16/4).
Menurutnya, konversi gas untuk pembangkit listrik memiliki peranan penting. Soalnya, akan mampu mengurangi tingkat konsumsi terhadap BBM.
Hanya saja, ungkap Josua, pihaknya menyayangkan pasokan gas ke PLN yang sampai saat ini belum aman. Terlebih, pasokan gas akan semakin kritis pada periode jangka panjang sebab sumber gas dari sumur-sumur yang telah ada akan habis.
Menurutnya, untuk jangka pendek gas alam atau Liquified Natural Gas (LNG) akan dimanfaatkan sebagai base load. Sedangkan, untuk jangka panjang LNG akan dimanfaatkan sebagai load follower dan juga mendukung saat beban puncak.
Sebelumnya diberitakan indopetronews.com, Ketua Tim Energi Primer Serikat Pekerja PLN, Jumadis Abda menyatakan, PLN akan efisien bila pembangkit listrik dikonversi dari BBM ke BBG.
Ia menghitung, bila energi primer pembangkit listrik PLN dikonversi ke BBG akan bisa hemat sampai Rp60 triliun. Menurutnya, penghematan tersebut untuk kurun dua tahun.
Dengan begitu, terang Jumadis, harga jual listrik per Kwh bisa ditekan. Harga jual menggunakan minyak Rp 3.000 per kWh, namun kalau menggunakan gas Rp 600 per kWh. "Saat ini masyarakat membeli listrik Rp 700 per kWh karena dibantu subsidi pemerintah," terangnya.
Jumadis yakin, apabila konversi pada gas berlangsung lancar, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan subsidi meskipun tarif dasar listrik tak dinaikkan.(*/ris)
Home »
Komitmen Konversi ke BBG
,
PLN Masi Was-was Pasokan Gas
» Komitmen Konversi ke BBG, PLN Masi Was-was Pasokan Gas


