indoPetroNews.com - Pembangunan Kilang yang akan dibangun di Bontang, Kalimantan Timur, diperkirakan akan membutuhkan dana sekitar $9 miliar. Pemerintah pun hingga kini masih menunggu proposal dari para investor yang tertarik.
"Anggaran katanya 9 miliar dolar, tetapi ada juga yang tidak segede itu, tapi kita lihat saja kira-kira berdasarkan usulan dari mereka itu berapa, karena kan yang tanggung jawab untuk investasi itu adalah investor sendiri, jadi bukan siapa-siapa," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo, pada Senin (14/4), di Jakarta.
Susilo menandaskan hingga kini sudah banyak calon investor yang tertarik berinvestasi dalam pembangunan kilang. Namun, ia mengaku belum hafal siapa saja investor itu. Kata dia, makin banyak yang berinvestasi, makin bagus pula untuk membangunnya.
"Banyak, cuma nanti saya belum hafal satu per satu. Nanti kita lihat berapa jumlahnya, makin lama, makin banyak, itu makin bagus. Tapi ujung-ujungnya tergantung mana yang kita pilih, dan tergantung dari apa yang mereka inginkan," ujarnya.
Lagi pula, lanjut dia, pembangunan kilang tersebut akan dilakukan dengan bekerjasama dengan antara pemerintah dan pihak swasta. "Kerjasama antara pemerintah dengan swasta," lanjutnya.
Selain itu, Susilo juga bilang, dalam waktu dekat ini, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) akan memberitahukan tentang term of reference (TOR) yang memuat soal sistem dan hal apa saja yang harus dipersiapkan oleh para calon investor.
Bahkan, Susilo juga menjanjikan, sekitar satu bulan lagi pihaknya akan mengumumkan nama-nama investor yang tertarik membangun kilang.
"Kita akan mengundang investor-investor yang betul-betul serius, dan mereka akan diberikan TOR-nya termasuk syarat-syaratnya dipermudah, agar pembangunan kilang yang berkapasitas 1x300.000 barel berjalan lancar," ujar Susilo.
Setelah mereka mendapatkan TOR, ujar dia, barulah nanti para investor itu diajak meninjau ke Bontang sehingga bisa melihat apa saja yang sudah ada di sana.
Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah berencana untuk membangun kilang berkapasitas 300 ribu dolar, mengingat ketahanan pasokan minyak di Indonesia terbilang sangat minim. Bayangkan, Pertamina selaku BUMN yang berperan untuk membangunnya, hanya memiliki 6 kilang. Itu pun sudah lama sekali dibangun. Terakhir dibangun yakni pada tahun 1994. Umar Mukhtar


