indoPetroNews- Hulu minyak dan gas bumi (migas) ternyata dibantu oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak zaman Pak BJ Habibie.
"Pak Habibie sudah memikirkan masalah hulu minyak dan gas bumi (migas), seperti East Natuna," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi dalam sambutannya pada acara Oil and Gas Technology Update dan Penandatanganan MoU Kerja Sama SKK Migas-BPPT pada Senin (10/4/2017) di Gedung City Plaza, Lt. 9, Jakarta. Acara ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang berbagai teknologi dari BPPT.
Menurut Amien, East Natuna membutuhkann satu teknologi untuk mengelola hidrokarbon yang ikut terproduksi ketika proses eksploitasi migas di East Natuna. Seperti diketahui, East Natuna mempunyai potensi CO2 sebesar 3 bscfd, yang membutuhkan tenaga yang besar. Diharapkan BPPT mampu menciptakan teknologi lainnya yang dibutuhkan hulu migas.
Lebih lanjut Amien menyatakan keinginannya untuk menyempatkan untuk berkunjung dan melihat-lihat ke laboratorium BPPT di Serpong. "Setelah saya berkunjung, saya juga minta kepada orang-orang SKK Migas untuk juga melihat laboratorium BPPT. Siapa tahu di sana mendapat inspirasi tentang teknologi hulu migas," kata Amien, seraya menambahkan bahwa penandatangan kerjasama dengan BPPT ini merupakan langkah awal yang akan ditindaklanjuti dengan program-program lainnya.
Sementara Kepala BPPT, Unggul Priyanto menyambut baik penandatanganan kerjasama ini. "Semoga kerjasama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan saja tetapi ada tindaklanjutnya lagi," kata Unggul. Unggul juga mempersilakan Kepala SKK Migas dan karyawan SKK Migas untuk mengunjungi laboratorium BPPT di Serpong. (Sofyan)
Home »
Kepala SKK Migas Sebut BPPT Sudah Pikirkan Hulu Migas Sejak Masa Habibie
» Kepala SKK Migas Sebut BPPT Sudah Pikirkan Hulu Migas Sejak Masa Habibie


