indoPetronews.com - Pemerintah perlu menjamin ketersediaan listrik untuk industri dan konsumsi. Mengingat pertumbuah ekonomi dan permintaan yang semakin besar.
“Dari sisi demand akan membesar, sebab ekonomi diluar dugaan tumbuh 5,18%. Momentum ini perlu dijaga dengan memberikan kepastian bahwa listrik tersedia untuk pertumbuhan ekonomi. Ekonomi kita lemahnya dipasokan listrik ini,” ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Listik Swasta Indonesia (APLSI), Priamanaya Djan, Selasa (9/8/2016) di Jakarta.
Pria mengatakan, cukup sulit bagi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi pada level ideal bila pasokan listrik tidak mencukupi tiap tahun.”Kuartal-an berikut akan berat kalau pasokan listrik melemah. Setrum ini bisa mengerem pertumbuhan (ekonomi) loh,” ungkap Pria. Dia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5-7%, Indonesia membutuhkan pasokan listrik baru sekitar 5000-7000 MW per tahun.
Dia mengatakan, setiap tahun akan terjadi peningkatan konsumsi listrik rata-rata sebesar 10,1%. Dengan demikian, diproyeksikan kebutuhan listrik nasional sebesar 171 terawatt hour (TWh) akan menjadi 1.075 TWh pada tahun 2031. Namun dengan kapasitas listrik terpasang saat ini dan masih rendahnya pasokan listrik baru, Indonesia masih akan mengalami krisis listrik. (Sofyan)


