indoPetroNews- Gagasan dan keinginan mengakuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ternyata tidak main-main. Buktinya, Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basyir (10/8/2016) mengonfirmasi kebenaran dan kesungguhannya.
"Kalau yang disampaikan Ibu Rini (Menteri BUMN) sudah pasti harus dilaksanakan," kata Sofyan Basyir, sembari mengimbuhkan alasan Menteri BUMN, yaitu untuk mengejar 7000 MW yang ditargetkan pemerintah. "Kan gini. Diminta Energi Baru Terbarukan (geothermal) 7000 MW. Kalian liat kan 71 tahun Indonesia merdeka tetapi ratio elektrifikasi baru 1600 MW. Dan PLN berdiri 70 tahun baru mencapai 1600 MW. 10 tahun ke depan minta 7000 MW. Jadi langkah yang paling mungkin agar kita bisa bergerak," papar Sofyan.
Menurut Sofyan, BUMN ini mempunyai kekuatan besar sekali, termasuk PLN. "Kalau Pertamina dan PLN digabung memiliki PGE kan jauh lebih besar kemampuannya untuk eksplorasi. Kalau swasta kan berat, untuk ngebor tidak bisa karena keterbatasan keuangan," tandasnya.
Saat ditanyakan apakah Pertamina masih memiliki porsi kepemilikan jika PGE diakuisisi, Sofyan menjawab, "Loh iya. Jadi yang punya PGE, kan tadinya Pertamina. Kemudian terus dipotong kasih PLN. Ini barangnya satu. Akusisi paling 50%".
Lebih jauh Sofyan menandaskan bahwa proses akuisisi akan dimulai tahun ini. "Bu Rini bilang tahun ini. Kalau gak selesai ya tahun depan. Ini keputusan korporasi ada di Ibu Rini. Pasti kami diskusikan dengan Pak Menteri ESDM," terang Sofyan sembari mengimbuhkan bahwa PT Chevron Indonesia juga berminat untuk masuk. "Minat. Dapat izin juga dari Ibu Rini. Nanti kalau itu masuk digabung sama PGE kan baik sekali. Pasti terjadi efisiensi," tegasnya. (Sofyan)


