indoPetroNews.com - Tahun ini Peraturan Menteri (Permen) terkait peningkatan porsi biofuel dari 10 persen menjadi 15 persen akan selesai.
"Permen terkait biofuel sudah diselesaikan, hanya menambah angkanya saja. Jika sudah cocok, akan saya tandatangani," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, di kantornya, Senin (16/3).
Menurut Sudirman, peningkatan porsi biofuel ini akan berimpilkasi kepada pasar kelapa sawit di Indonesia. "Market kelapa sawit akan bergairah karena 3,5 juta diserapkan ke biofuel. Mau tidak mau akan menumbuhkan demand baru," ujar Sudirman.
Dia menambahkan, implikasi lainnya dari peningkatan biofuel berdampak pada penghematan devisa sekitar 15 persen atau sebesar Rp1,5 miliar-Rp1,6 miliar per tahun. Serta akan diganti dengan biofuel industri dalam negeri. "Lalu porsi biofuel yang ditambah akan menumbuhkan demand baru untuk ekspor," tambahnya.
Untuk itu, lanjut Sudirman. Pada 2023 diharapkan energi baru dan terbarukan harus mencapai 23 persen. "Kita punya energi nasional. Pada 2023 bauran energi baru dan terbarukan harus mencapai 23 persen. Ini dilihat dari kebijakan pemerintah akan ke arah sana," tutupnya. (Ehs)
Home »
Market Kelapa Sawit Bergairah
,
Porsi Biofuel 15
» Porsi Biofuel 15, Market Kelapa Sawit Bergairah


