indoPetroNews.com - Direktur Utama (Dirut) PT. Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto mengaku perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpinnya mengalami kerugian akibat runtuhnya harga minyak dunia hingga menyentuh level terendah dalam 4 tahun terakhir.
"Hampir seluruh perusahaan migas mengalami kerugian pada kuartal keempat tahun 2014 lalu. Hal ini masih akan berlanjut hingga kuartal pertama tahun 2015," ujar Dwi, di Jakarta, Kamis (12/3).
Lebih lanjut, Dwi mengatakan kerugian perusahaan disebabkan Pertamina harus menjual BBM dan minyak mentah yang telah dibeli dengan harga lebih tinggi.
Dan dirinya berharap nantinya akan ada tren penaikan harga minyak global agar Pertamina tidak terus mengalami kerugian. "Stok yang kami beli dengan harga tinggi harus dijual dengan harga murah, itu yang membuat kami terpukul," kata Dwi.
Pertamina sendiri masih akan melihat kinerja keuangannya pada kuartal pertama tahun ini saat rapat umum pemegang saham (RUPS) April nanti.
Pengadaan stok BBM dan minyak mentah yang dilakukan pada Januari dan Februari dipercaya akan mengurangi kerugian Pertamina, karena dibeli dengan harga yang lebih murah. (Ehs)
Pertamina Akui Mengalami Kerugian Pada 4 Tahun Terakhir
Written By Unknown on Thursday, 12 March 2015 | 14:45
Labels:
Petro Dialogue,
Petro News


