Menurutnya, saat ini sedang finalisasi. "Kami akan rapat sekali lagi, kemudian dipresentasikan ke Pak Menteri. Mudah-mudahan selesai akhir September ini," terangnya.
Wamen menjelaskan, saat ini setidaknya terdapat 6-7 blok migas skala besar, seperti Mahakam dan blok milik ExxonMobil yang segera habis masa kontraknya, dan akan diputuskan perpanjangannya dengan beleid baru tersebut.
Hanya saja, Wamen tidak bisa memastikan apakah keputusan perpanjangan blok-blok tersebut dilakukan dalam masa pemerintahan sekarang atau nanti.
Sementara itu, Chairul Tanjung, Plt. Menteri ESDM mengakui, dirinya hanya menteri sementara sehingga tidak akan memaksakan untuk memutuskan hal-hal terlalu teknis, seperti perpanjangan Blok Mahakam, juga proyek Indonesia Deepwater Development (IDD), East Natuna, dan Tangguh 3.
"Saya minta agar dilakukan percepatan dan segera diputuskan kalau memang bisa dilakukan. Tapi, kalau tidak, bisa memberikan landasan yang baik bagi pemerintahan mendatang," ujarnya.(*/ris)


