"Itu salah satu hal yang membuat banyak profesional migas lokal hijrah ke perusahaan asing di luar negeri," ungkap Direktur Pembinaan Program, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Riza Maulana kepada indoPetroNews.com di sela-sela Rapat Kerja Komunitas Sumber Daya Manusia (SDM) Migas di Grand Ambarrukmo, Jogjakarta, (8/8/2014).
Ia menyatakan, idealnya gaji pekerja migas di Indonesia bisa sama dengan perusahaan di luar negeri, seperti di Irak, Arab Saudi, Al Jazajair dan lainnya. Di Indonesia sebenarnya bisa juga tinggi, namun nanti akan berdampak pada peningkatan cost recovery. Menurutnya, gaji pekerja migas di luar negeri bisa mencapai US$ 100.000 per bulan.
Dengan begitu, lanjutnya, Raker Komunitas SDM Migas ini diharapkan bisa mengidentifikasi dan mencari solusi semua permasalahan SDM migas di Indonesia. Pasalnya, SDM migas itu akan sangat berpengaruh langsung pada produksi migas nasional.
"Pada raker ini ada empat pokja yang akan membahas seluruh permasalahan SDM migas di Indonesia. Dan kita berharap akan melahirkan banyak solusi untuk tantangan yang ada," harapnya.
Menurutnya, hulu migas di Indonesia itu memang unik. Soalnya, para pekerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) selalu sinergi dan rukun pada devisi SDM Migas di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan Rapat Kerja Komunitas SDM Hulu Migas yang selalu rutin digelar setiap tahunnya. "Dan itu bagus, karena pesaingan saat ini bukan antar KKKS di Indonesia, namun persaingan dengan negara-negara luar," terangnya.(*/ris)


