IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Produksi Migas PHE ONWJ Terancam Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

Produksi Migas PHE ONWJ Terancam Pembangunan Pelabuhan Cilamaya

Written By Unknown on Thursday, 28 August 2014 | 17:40

indoPetroNews.com - Rencana pengembangan Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat diharapkan tidak mengganggu produksi minyak dan gas (migas) PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Dengan begitu, pemerintah diminta segera mencari solusi terbaik.

"Memang perlu dicari solusi terbaik. Jangan mengorbankan industri migas, karena produksi existing migas ONWJ telah memberikan kontribusi besar pada APBN," ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar, Sumarwan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (27/8).

Ia berharap, pemerintah tidak mengorbankan industri migas di tengah kelangkaan bahan bakar minyak dalam negeri. "Sampai saat ini belum diajak bicara soal rencana pembangunan pelabuhan tersebut, terutama terkait potensi gangguan terhadap produksi migas di wilayah itu. Jika pembangunan direalisasikan akan semakin menurunkan produksi migas nasional yang saat ini tengah anjlok," paparnya. 

Menurutnya, saat ini produksi minyak nasional sekitar 850 ribu barel per hari, sedangkan konsumsi mencapai 1,4 juta. Sehingga, jika dikurangi lagi produksi Cilamaya yang mencapai sekitar 40 ribu barel per hari tentu akan berpengaruh.

Ia mengakui, pihaknya pernah memberikan masukan kepada pemerintah soal pengaruhnya terhadap produksi migas di Jawa Barat.

Di sisi lain, Communication & Relations Manager PHE ONWJ, Donna Priadi menyatakan, lapangan ONWJ merupakan produsen keempat terbesar minyak di Indonesia. 

"Demikian pula, produksi gasnya mempunyai arti penting bagi industri nasional. Produksi PHE ONWJ terus meningkat sejak tahun 2009 lalu, sehingga SKK Migas menarget 40.600 barel per hari dari angka semula yang direvisi 39.400 barel per hari," papar Donna. 
 
Menurutnya, target tersebut bisa terlampaui. Bahkan produksi blok ONWJ memecahkan rekor 46.400 barel per hari.

Selain menyuplai BBM, Blok ONWJ juga memasok gas pembangkit listrik PLN di Jakarta yang menerangi wilayah DKI serta penyuplai gas bagi PT Pupuk Kujang serta BBG. ONWJ juga merupakan penghasil APBN sekitar Rp20 triliun per tahun.

Menurutnya, produksi migas Blok ONWJ menopang ketahanan energi nasional. "Kondisi tersebut, saat ini terancam dengan adanya rencana pelabuhan Cilamaya, karena pembangunan pelabuhan akan masuk wilayah operasi ONWJ," terangnya.(*/ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login