indoPetroNews.com - Kinerja PT Energi Mega Persada Tbk terus moncer. Terbukti, perusahaan tersebut mencatatkan penjualan bersih US$807 juta atau setara Rp 9,1 triliun selama 2013. Perseroan juga mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$462 juta serta laba bersih US$170 juta atau Rp 1,9 triliun.
Amir Balfas, Direktur Energi Mega Persada mengatakan, kenaikan penjualan dan EBITDA perusahaan terjadi didorong oleh dua faktor utama. "Pertama, peningkatan produksi migas dari blok Kangean PSC (Jawa Timur), ONWJ PSC (Jawa Barat), Bentu PSC (Riau, Sumatera), dan Tonga PSC (Sumatera Utara). Kedua, karena kenaikan rata-rata harga jual gas dari aset-aset perusahaan," ungkap Amir dalam keterangan tertulis kepada wartawan, (3/4).
Menurutnya, fokus perseroan saat ini adalah meningkatkan kinerja dari blok-blok yang telah berproduksi dan mengembangkan aset gas yang baru diakuisisi di Mozambique, Afrika, yaitu Buzi EPCC. Ia mengatakan, pada periode yang sama, kenaikan laba bersih perusahaan disebabkan oleh peningkatan penghasilan yang didukung dari penjualan 10 persen kepemilikan perseroan di blok Masela PSC (Lautan Arafura).
Menjelang akhir 2013, lanjut Balfas, pihaknya telah melunasi dan membiayai kembali (refinancing) atas pinjaman-pinjaman yang ada untuk memperbaiki struktur modal dan menurunkan beban keuangan perusahaan.
"Pinjaman sebelumnya dengan biaya bunga 20 persen telah mampu digantikan dengan fasilitas pinjaman baru dengan biaya bunga yang lebih murah, yaitu Libor + 6 persen," terangnya.
Energi Mega Persada adalah perusahaan yang bergerak di bidang hulu minyak dan gas yang memproduksikan hampir 50.000 barel ekuivalen migas per hari sepanjang 2013. Saat ini, perusahaan mengoperasikan cadangan terbukti dan terukur sekitar 230 juta barel ekuivalen.(*/ris)
Home »
9 Triliun
,
Energi Mega Persada Catatkan Laba Rp 1
» 2013, Energi Mega Persada Catatkan Laba Rp 1,9 Triliun


